Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi : Senja dibalik jalan berliku

Puisi : Senja dibalik jalan berliku

Karya : Agus Besset



Dalam senja berbisik sang matahari emas,

Seseorang berdiri, harap di dadanya terus.

Dia peluk mimpi, bintang di angkasa yang tinggi,

Dalam rentetan waktu, cita-cita menghiasi jiwa yang riang.


Langkah demi langkah, dia tekun berjalan,

Menapaki jalan berliku, berawan dan terang.

Dalam hujan badai, dia tak pernah henti,

Menggapai bintang yang bersinar di kejauhan.


Lautan kata-kata, ilmu yang dia gali,

Buku-buku tua, pengetahuan yang meluas.

Dia membangun diri dengan cermat dan penuh cinta,

Mengukir impian dalam bait-bait kata yang indah.


Dalam dirinya, ada api yang terus membara,

Cita-cita meloncat-loncat, bagai kobaran nyala.

Meski jalan berat, dia tak gentar atau mundur,

Menghadapi tantangan, dia tetap bersemangat.


Dalam mimpi yang terukir di bintang-bintang malam,

Dia menemukan tujuan, jalan yang akan dijalani.

Dengan tekad yang kuat dan semangat yang luhur,

Dia menjelma menjadi pahlawan dalam kisah cinta cita-cita.


Tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk dunia,

Dia berjuang, berkarya, dan berbagi pengetahuan.

Dengan perjuangannya, dia membuktikan bahwa dalam mimpi,

Ada kekuatan untuk mewujudkan segalanya menjadi nyata.


Dalam senja berbisik sang matahari emas,

Seseorang menggapai bintang, cita-cita yang bercahaya.

Dia adalah pahlawan dalam kisah perjuangan,

Yang membuktikan bahwa cinta cita-cita takkan pernah pudar.